Jumat, 26 Maret 2010

Bedah Film Citizen Duanne

Bedah Film Citizen Duanne

Sebuah cita- cita tak akan terwujud apabila tidak ada realisasi diri dari pelaku yang bercita- cita itu. Maka dari itu perlu adanya semangat dan kesungguhan hati dalam merealisasikannya. Anggap saja semangat dan kesungguhan hati itu ada pada jiwa- jiwa militan. Maka sifat ideal itu harus ada pada jati diri organisasi. Kini tugas orang- orang yang ada di dalam organisasi itu lah yang harus merubah mainset dari yang biasa menjadi jiwa- jiwa militan demi tercapainya tujuan dan cita- cita itu sendiri.
Berbagai macam kegiatan telah kita lakukan demi melatih mainset jiwa- jiwa militan itu. Kajian, daurah, diskusi, kepanitian, maupun berbagai macam bentuk aksi telah kita lakukan. Hal ini tentunya kita ingin supaya kita dan kader penerus kita memiliki jiwa militan sehingga terwujudnya cita dan tujuan yang diinginkan. Tapi, apakah iya? Seberapa jauh kita membuat banyak konsep terkadang semua itu berjalan tidak sesuai dengan keinginan. Maka tak perlulah kita merasa jenuh untuk membuat segelumit konsep- konsep analisis progresif meskipun keberhasilan mutlak tak pernah kita dapatkan. Karena proses itulah justru yang membuat jiwa kita jadi militan.
Coba kita lihat dengan film berikut ini, Seorang rakyat biasa, pelajar bernama Duanne memiliki ambisi yang besar dalam mengubah gaya kepemimpinan ketua Osis yang sukanya menindas teman- temannya yang lemah ke membela teman- temannya yang lemah. Berbagai macam kegagalan ia tempuh karena ketua Osisnya sendiri adalah cucu dari Walikota di kota tersebut. Entah kenapa, misi dia untuk menjadi sosok pemimpin masih membelenggu di otaknya, hingga akhirnya aksinya lebih nekat. Ia justru keluar sekolah demi menjadi walikota di kota tersebut. Berbagai usaha, rintangan, dan cobaan ia tempuh demi ambisinya. Alhasil keinginan tak selalu membuahkan kenyataan, akan tetapi dari proses ambisinya itulah sebagai pembelajaran untuk dia untuk selalu menjadi sosok yang militan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar