Sabtu, 06 Maret 2010

Ibnu Khaldun

Benar sekali kalau ada orang berpendapat bahwa kemerosotan islam saat ini, salah satunya karena peran ulama-ulama dan ustad-ustad yang tidak maksimal. Jika dibandingkan dengan ulama-ulama jaman dulu yang begitu konsisten dan bertanggungjawab dalam berdakhwah. Ulama jaman sekarang banyak yang “instan”, baru kerja dikit maunya kelihatah. Ya mungkin ada juga ulama sekarang yang mempunyai cita-cita yang luhur, tapi kalaupun ada sangat sedikit sekali jumlahnya. Kebanyakan dari mereka menganggap ulama itu sebagai “cap” profesi semata, makanya ustad-ustad sekarang cenderung komersil. Masa di undang ngisi pengajian saja ada tarifnya, walaupun mereka tidak mengaku kalau disebut ustad komersil, tapi memang itu kenyataannya yang ada. Sangat berbanding terbalik kalau kita bandingkan dengan ulama-ulama jaman dahlu, Ibnu Khaldun misalnya, beliau ini adalah sosok ulama yang luarbiasa, bahkan dia menjadi inspirasi kemajuan Barat. Banyak pendapat-pendapat dan teori-teori beliau yang di klaim oleh para ilmuan barat. Teorinya yang paling terkenal adalah Ashabiyyah( solidaritas social ) yang kemudian di pakai ( di jiplak ) oleh Friedrick Couplestone. Lebih menarik lagi pembicara Henry Corbin, seorang orientalis Perancis. Dia mengungkapkan bahwa Ibnu Khaldun sudah lebih dulu menemukan teori kritik sejarah ketimbang Karl Max. Juga lebih dulu menemukan bangunan filsafat sejarah ketmbang Hegel, filsuf idealisme dari Jerman.
Dari pembicaraan saya di atas, dapat di ambil satu fokus, bahwa sahnya ustad atau ulama-ulama jaman sekarang terlalu naïf kalau saya bilang. Cenderung sensitive, komersil dan terbelenggu oleh fiqih. Metode dakhwah yang monoton, cuman ceramah-ceramah terus, isinya juga cuman solat-solat, zakat-zakat, itu-itu saja terus. Sehingga mereka lupa, bahwa umat islam juga harus ambil bagian dalam “mengelola” bumi ini. Seperti ulama-ulama jaman dulu yang selau berkarya dan berbuat sesuatu untuk dunia, bukan cuman buat orang islam saja. Kalau sudah begini, apa artinya kita sebagai khalifah di bumi ini?.
Ini menjadi PR kita bersama sebagai generasi muda islam, mau tidak mau kita memang harus berbuat sesuatu. Mari kita ajak para ustad-ustad muda kita untuk berkarya bukan bergaya. Apapun dan sekecil apapun yang kita lakukan, yang terpenting adalah ketulusan dalam menjalankanya. Bersama Al-Ghazali mari ita wujudkan Wacana Keilmuan dan Keislaman, cita-cita luhur Kh.Ahmad Dahlan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar